Arsip untuk Juli, 2008

22
Jul
08

PDIP, Golkar dan PKS Teratas, Kata Survei CSIS

Jakarta (ANTARA News) – Hasil survei yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan tiga partai teratas yang banyak dipilih responden, jika pemilu dilakukan saat ini.

Ketika meluncurkan hasil survei “Perilaku Pemilih Indonesia 2008″ di Gedung CSIS Jakarta, Selasa, Ketua Tim Survei dan Penelitian Lapangan CSIS, Nico Harjanto, mengatakan PDI Perjuangan masih menjadi partai yang paling populer, dengan memperoleh dukungan sebesar 20,3 persen responden, diikuti Partai Golkar dengan 18,1 persen dan PKS dengan 11,8 persen.

Partai berikutnya ditempati oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan dukungan sebesar 6,8 persen, selanjutnya Partai Demokrat sebesar 5,2 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 2,7 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 1,7 persen.

Dalam survei juga terungkap bahwa loyalitas pemilih PKS sangat tinggi. Sebanyak 75,4 persen pemilih yang pada Pemilu 2004 lalu memilih PKS, menyatakan akan kembali memilih PKS pada Pemilu 2009, sedangkan loyalitas pemilih Partai Golkar sebesar 61 persen, diikuti PDIP sebesar 55,1 persen.

“Dukungan terhadap PPP dan PAN akan mengalami penurunan drastis dan banyak pendukungnya yang pindah ke PKS. Begitu pula dengan Partai Demokrat yang hanya menjadi ‘fenomena sesaat’, karena loyalitas pendukungnya sangat rendah,” kata Nico, yang didampingi sejumlah pimpinan CSIS, seperti Hadi Soesastro, Rizal Sukma, dan Indra J Piliang.

Dalam survei tersebut, sebanyak 30 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan dan sebanyak 6,1 persen lainnya lebih memilih partai-partai lain.

“Sekitar 35 persen calon pemilih yang merupakan pemilih tahun 2004, berencana menetapkan pilihan pastinya pada hari pemungutan suara Pemilu 2009,” katanya.

Ia menambahkan, survei itu juga menemukan bahwa di kalangan pemilih pemula, Partai Golkar merupakan parpol yang paling populer, diikuti PDI Perjuangan dan PKS.

Selain itu, pengaruh “serangan fajar” seperti intimidasi dan pemberian uang saat menjelang pemilu tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.

Hanya sebesar 12,9 persen calon pemilih yang mengaku pernah menerima sejumlah uang dan sekitar 2,5 persen calon pemilih yang mengaku mengalami intimidasi.

“Dari jumlah itu, hanya 21,4 persen dan 16,9 persen menyatakan akan memberikan suaranya kepada parpol yang memberikan uang dan melakukan intimidasi. Jadi, efektivitasnya sangat rendah,” kata Nico.

Calon presiden

Sedangkan terhadap pertanyaan calon presiden yang akan dipilih jika pemilu dilakukan saat ini, hasil survei menunjukkan bahwa Megawati Soekarnoputri masih menempati urutan teratas dengan 23,2 persen.

Urutan kedua ditempati Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan 14,7 persen, diikuti Sri Sultan HB X dengan 8,8 persen, Hidayat Nur Wahid dengan 7,9 persen, Wiranto 7,6 persen, Jusuf Kalla 4,2 persen, dan Gus Dur dengan 3,6 persen.

Sebanyak enam persen responden menjatuhkan pilihannya pada calon-calon presiden lainnya dan 24 persen responden menyatakan belum tahu akan memilih siapa.

“Menurunnya popularitas SBY sejalan dengan penilaian masyarakat yang sangat rendah terhadap kinerja pemerintahan SBY dalam isu-isu kesejahteraan rakyat,” kata Nico.

Di sisi lain, hasil survei juga menunjukkan bahwa hampir semua pendukung PDIP akan memilih Megawati pada Pilpres 2009, sementara pendukung partai-partai lainnya termasuk Golkar, akan terpecah dalam menentukan calon presidennya.

Survei atau jajak pendapat tersebut dilakukan pada pertengahan Mei 2008 terhadap 3.000 responden di 13 provinsi yang memiliki total 85 persen jumlah penduduk Indonesia dan mewakili sekitar 76 persen kursi di DPR RI.

Metode survei dilakukan dengan cara wawancara dan tatap muka. Penentuan sampel dilakukan dengan kombinasi “multi-stage purposive sampling” dan “random sampling”, dengan “margin of errors” sebesar plus minus 1,79 persen.

Menurut Nico, dalam melakukan penelitian itu pihaknya juga menerapkan cara baru ketika pertanyaan menyangkut calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih, dengan hanya memperlihatkan foto-foto kandidat, tanpa menyodorkan daftar nama kandidat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CSIS, Hadi Soesastro, mengatakan, hasil survei tersebut merupakan hasil sementara dari sejumlah survei lapangan yang sedang dan akan dilakukan CSIS, untuk mengetahui perilaku pemilih di Indonesia.

Survei serupa terhadap responden yang sama, katanya, juga akan dilakukan pada Oktober 2008 dan Februari 2009. (*)

22
Jul
08

Kapan lulus?

Jreng-jreng-jreng,

Wih senin kemarin terjadilah pristiwa yang sering terjadi di Lab analitik, yoi acara Laporan Bulanan yang langsung dipimpin oleh ibu latifah selaku kepala lab. Yang luar biasa dan bermasalah di pertemuan kali ini adalah  para pesertanya….. Angakatan 40 cuma tinggal ane sendiri – yang lain 41. Gawat bner…

Terasa bener penelitian udah berumur 13 bulan

woi temen2 tungguin gw donk…. : p

Note: untuk yang belum lulus, yuks kita lulus bareng2. Bosen nih dikampus!

22
Jul
08

NgeLab berkedok NgeNet

Aduh ada aja godaan kalau lagi mau maju. Kalau pagi godaannya ngantuk melulu – yang ada dulu mah kalau ada kuliah pagi telat melulu atau paling enggak datengnya barengan sama dosennya :-) . Kalau ada janji dengan seseorang – pasti suka telat gara2 suka ada aja kerjaan yang belum dilakukan gara2 sering menumpuk2 kerjaan sebelumnya; yang ada komentar dari salah seorang ‘fans’ ane : d , “kalau ama ente mah dunia jadi terasa lama!! Kerjaan apaan aja yang ane lakukan jadi terasa lama beresnya.” Wah kayaknya penyakitnya jadi nular yah..

Termasuk juga dengan yang namanya ngeLab – alias nongkrong di Laboratorium tersayang – Analitik ku – selalu dibarengi godaan yang sangat menggiurkan, yups tergodalah daku dengan fasilitas internet gratisan yang disediakan oleh IPB. Jadi kadang2 lamaan ngenetnya sama ngelabnya. Payah yah…huhu semoga aku kuat menghadapi godaan-godaan ini!

Kayaknya harus cari orang yang bisa ngingetin dari waktu-ke waktu… : P

02
Jul
08

Miliyarder Yahudi jadi Komisaris HU Republika

Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.

Sudah sunnatullah, setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya al–haq, dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU Republika.

RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep e-newspaper, berita online, dan layanan berita mobile, sebagai antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O’Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O’Reilly?

Pengusaha Yahudi Kaya

Gavin O’Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia bernama Sir Anthony O’Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha Yahud Terkaya Dunia versi Jew Watch (www.jewwatch.com/jew-leaders-list-of-jewish-millionaires.html). Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O’Reilly yang bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan Jewish Studies (www.tcd.ie/trinityfoundation/foundationboard/tfboreilly.php).

Sir Anthony O’Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, Gavin O’Reilly, sebagai ‘watchdog’ di jajaran Dewan Komisaris ABBA dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O’Reilly dan Gavin O’Reilly bisa kita simak di wikipedia.

Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu negara tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang dikenal selama ini sebagai ‘media massa milik umat Islam Indonesia’ yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”(rz)

Sumber : Era Muslim

** Wah gawat nih, saatnya umat Islam bangkit memimpin Media. Hayo yang punya modal gede dan kemampuan bizniz media tantangan berda’wah melalui media massa menanti!**

01
Jul
08

SEMANGAT BARU DI TAHUN BARU

“tuk…tuk….Assalamu’alaikum…..tuk…tuk… masih ada kan akhwatnya???

“halo..halo….???” tanya seorang ikhwan yang memastikan masih ada gak seh peserta syuro dari akhwatnya. Biasa kalau lagi syuro pasti akhwatnya suka ilang dari peredaran wehehe….

“Iya walaikumsalam……” jawab seorang akhwat

Jadi gimana? hasil syuro para akhwatnya?? abis dipanggilin kagak nyaut, kirain udah pada pulang.”

“Ehm..ehm Iya jadi kalau menurut akhwatnya mending yang isi taujih antum aja hehe…..” jawab si akhwat

Wah wah… konspirasi nih!! ane keberatan alias kesulitan. Kagah kompeten, mending pulang deh yuk, syuronya kita akhiri aja deh……**si ikhwan sambil pura-pura beres2**

Kan kalu usulan ane mah bagusnya dari HRD, si A aja (mas’ul HRD’ Red)… ntar siapa yang ngurusin acaranya? kan jatah BPH yang ngadain, masak sekalian isi taujihnya pula? Bisa pusing lah aku, betul betul?” tambah si ikhwan.

Bukan begitu, dari akhwatnya merasa kayaknya lebih pas kalu untuk silaturahim perdana antara pengelola dan mentor – diisi taujih dari mas’ul aja jangan dari HRD mulu bosen, lagian juga kita-kita pengen denger taujih dari sang mas’ul…hehehe….” jawab sang akwat

“Waaaah itu mah anti aja kali yang bosen ma si A wakakak……” balas si ikhwan

**kayak udah gimana gitu bisa mpe bosen, aneh hehe.. :-) **

“Enak aja!!! **dengan nada protes**, ya tapi benul juga (benar dan betul, Red) abis udah keseringan si A mulu yang taujih, sekali-kali lah ente hehe…..lagi pula yang dulu ntuh gak jadi…”

“Eh, tambahan sebenarnya ini bukan cuma permintaan dari ane doang tauk **wah..wah yang bener???**, tapi akhwat yang lain juga. Coba aja tanya akhwat2 nya!!!” tantang si akhwat.

**wah wah banyak penggermar nih, sampe rekuest taujih segala wakakak…^^! mantab gak**

engan raut wajah sedikit semerawut si mas’ul menanyakan ke akhwat lainnya, “Eh emang akhwat pada setuju kalau ane yang isi taujihnya, ane mah kagak kompeten euy kalau nyerempet-nyerempet yang ginian, ntar yang ada malah gajebo lagi. Mending si A aja yang udah syekh. lebih pas, tul gak syekh?.**sambil cengar-cengir kuda**…..”

Sang pembina yang merangkap guru, eh terbalik kali yak, adan juga guru yang menjadi pembina mentoring menengahkan sambil sedikit memaksa. “Udah biar cepet nih karena bentar lagi magrib ane juga udah lwat jenuh syuro bareng kalian, (syuro telah berlangsung selama 3-4 jam luar binasa!!, Red) gimana kalau pake voting aja, kan dari tadi mentok tuh…”

“Iya nih udah mentok, alias dead lock, ayo voting aja” tambah si A yang dari raut wajahnya menggambarkan kemen

angannya bahwa dia udah punya feeling kalau dia pasti kagak kepilih suruh ngisi taujih. Wah temen ikhwan yang atu lagi juga sama, dia kayaknya seneng banget kalau si mas’ul kepilih suruh ngisi taujih. Gawat nich…….

“Yoo wis kita voting lah biar cepat..” sambut sang mas’ul cepat

“Coba yang mo si A yang isi taujih ngacung!!!” tanya sang pembina. *sambil ngitung-ngitung** “wah akhwatnya cuma dapet dua.” tambahnya

“Aduh mba di ikhwan cuma ane doang, jadi cuma tiga dong, trus sisanya akhwat 5 ekor dan nih ikhwan 2 ekor pada milih ane dong…..tega benul dah” keluh si ikhwan, dengan wajah semakin kusut kayak brokoli. Si A dan temannya yang ikhwan satu lagi pun langsung “cenghar” sambil ber-haha…hihi… begitu pula akhwatnya ** ter-kekek-kekek penuh kemenangan** yang berhasil memutuskan bahwa si mas’ul yang ngisi taujih.

**fakta syuro, ternyata banyak yang ngefans sama si mas’ul hahaha…. sampe maksa ngisi taujih, aneh benuuul**

–***–

Ya itulah sepenggal kisah yang berlangsung di suatu hari sabtu nan cerah di daerah warung jambu. Ya saat itu ane beserta temen2 ikhwan dan akhwat tengah berdiskusi tentang persiapan sistem mentoring di tahun ajaran baru yang akan tiba bulan depan, yang diantaranya penyambutan mentor baru dengan isi acara diantaranya taujih dari mas’ulnya.

Awalnya sih sekitar sejaman, wih masih pada seger deh tuh syuro – pada semangat gitu melahap berbagai pembahasan.. dengan berbagai kegajebooan akhirnya etape pertama diselesaikan dengan ditundanya syuro karena masuk waktu ashar. Nah setelah ashar – kembali tancap gas!!! Lumayan juga tuh syuro yang menempuh lama sekitar 5 jam hampir membuat otak ini mengendap karena ngantuk dan bosan. Ya tapi dari itu semua, ane sih masih merasakan semangat da’wah itu dari temen2 seperjuangan di YAPIS. Apa lagi sudah sekitar sebulan ini temen2 semua baik di lini BPH, HRD dan KS (kurikulum kesiswaan) terus semangat membentuk sistem yang akan digunakan kedepannya (sekitar 1 tahun) dengan berbagai syuro-syuro yang luar biasa.

Semuanya kembali ke niat masing2 kita, ridho Allah lah tujuan utama kita, dan membentuk generasi rabbani lah yang menjadi cita-cita kita di Yapis. Dengan segala gempuran dan penjajahan pemikiran dari barat dunia isi terasa hampa, materi ‘diuber’ sedemikian rupa, ia dijadikan suatu tolok ukur kebahagian yang utama, mata hati menjadi buta karena mengagungkan kebutuan duniawi kita tanpa ingat kemana kita akan kembali dan menghadap. Dengan segala keindahan dunia orientasi hidup kita kadang menjadi sempit terbatas pada dunia fana ini, terlebih lagi terhadap anak-anak SMP yang masih mencari jati diri - kemana dia akan menjadi, mau seperti apa kelak nanti, – itulah sebagian pertanyaan yang harus dijawab mereka atau mungkin kita. Dalam kondisi seperti saat ini dimana Islam dipersempit bidang kerjanya hanya sebatas ritual-ritual ibadah sedangkan aspek lainnya yang juga dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw dilupakan atau bahkan tidak kita kenal menjadikan anak-anak tersebut secara tidak langsung menjadi generasi yang jauh dari Islam. Sehingga tak heran jika kita amati beberapa generasi sebelum mereka masih banyak yang Islam-nya sekerdar labelitas diri saja, dia lupa akan lengkapnya Islam ini mengatur, dia menjadi alergi jika kelak syari’at yang diberikan Allah melalui Rasul-Nya ini akan mengatur segala sesuatu dalam hidupnya. Baik dalam hubungan antara dirinya dengan Tuhannya, dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta – sesungguhnya Islam telah mengaturnya – Sehingga kelak tidak akan ada lagi fitnah terhadap agama ini dan terwujudlah Islam sebagai agama rahmat bagi sekalian alam.

Setiap marhalah (tahap) da’wah itu ada rijalnya (pemuda) yang menggerakkannya dan setiap marhalah itu pula ada masalahnya.. jadi kita yang udah keceemplung di jalan para nabi ini harus senantiasa bersabar dan ikhlas dalam menghadapi segala macam persoalan yang ada dan kembali kepada tujuan utamanya yaitu mendapatkan keridhaan Allah SWT.




Flickr Photos

Dark World

Sigh"

Another Meet Up

More Photos

Blog Stats

  • 211 hits

RSS Maseko.com

  • BlueScreenView
    Sebagai pengguna Windows, kemungkinan besar Anda pernah melihat atau mengalami sendiri kejadian crash dan munculnya pesan error dalam layar biru atau yang dikenal sebagai Blue Screen of Death (BSoD). Kejadian tesebut umumnya terjadi karena adanya masalah sistem Windows yang cukup serius, file DLL yang tidak kompatibel atau masalah dengan hardware yang diguna […]
  • Free LogoMaker 2.0
    Sesuai namanya, LogoMaker merupakan software yang ditujukan untuk membuat logo. Dengan bantuan software ini, bisa jadi Anda tidak akan disulitkan untuk membuat logo untuk usaha atau bisnis Anda. Dengan tersedianya 500 template logo jadi yang tersedia dalam beberapa kategori, Anda dapat mencari salah satunya yang sesuai untuk kemudian diedit melalui editor un […]